Bersatulah, Tidak Ada Golongan Apapun

Sebuah keterkejutan saya dikala melihat dan menyimak video Dr. Zakir Naik, lama saya mencari keterangan jelas mengenai tidak adanya ketergolongan dalam Islam, tidak ber-Sunni, tidak ber-Syi'ah, tidak ber-Wahabi dan tidak ber-ber- yang lainnya itu.

Allah menjawab dengan jelas, Allah menjawab dengan terang pertanyaan ini, ternyata kitalah yang selama ini membuat perpecahan itu. ternyata kitalah yang terlalu sombong dan bangga pada diri kita sendiri sehingga menganggap orang lain lebih rendah dari kita, dan dari sifat itulah yang membuat permusuhan, dimana orang yang kita anggap salah dan lebih rendah akhirnya membuat golongan dengan pendukungnya untuk mencari kekuatan guna menggugat balik kita, dan akhirnya golongan - golonganpun terjadi.

Permusuhan berkepanjangan, kesombongan yang berkepanjangan, dan saling mencari kelemahan juga berkepanjangan untuk saling menyalahkan, untuk saling menjatuhkan, dan untuk mendapatkan keputusan sebagai yang paling benar.


Jelas Rasulullah SAW. tidak ada sedikitpun beban tanggung jawab dari perpecahan itu, mengapa? karena yang memecah belah adalah keputusan kita sendiri, yang memecah belah adalah pikiran dan keangkuhan kita sendiri, yang memecah belah adalah kesombongan diri kita sendiri. Dan jelasnya, tidak ada Sunnah Rasulullah SAW. dalam kejadian perpecahan itu. Kasarnya perpecahan adalah BID'AH, karena Rasulullah sama sekali tidak mengajarkannya, bahkan Allah SWT. mengecamnya.

Sungguh kita lalai, "ampuni kami Ya Allah, ampunilah kami wahai Yang Maha Pengampun, ampunkan kami dari keberpalingan kami terhadap perintah - perintah-Mu Yang Maha Suci. Maafkan kamii Ya Rasulullah, maafkan kami dari kelalaian kami yang berpaling dari Sunnah-Mu Ya Rasul... dan sungguh kami telah ber-Bid'ah dengan membuat keputusan kebenaran kami sendiri, hingga kami keluar dari Tanggung Jawab-Mu Ya Rasulullah..."

Sumber pemikiran yang dipertemukan oleh Allah :

Ta'arruf Yang Keliru bin Salah Kaprah

Ta'arruf, bukan sebuah main - main, baik dari mediator maupun kedua calon jangan sampai berbuat kebohongan, intervensi, bahkan jangan sampai nilai kejujuran itu hilang. Ta'arruf, juga tidak boleh atas dasar 1 (satu) tujuan tertentu, misal karena suatu sebab yang diutamakan selain dari niatan Lillaahita'aala, benar - benar sebagai bentuk Sunnah dan pengabdian sebagai hamba yang wajib mengekang hawa nafsu (nafsu apapun) semata - mata bentuk ibadah hamba kepada Sang Kholik.

Adalah kejadian yang menyakitkan dan mengejutkan saya, dikala ada seorang kawan saya yang menikah, namun duduk seorang diri di pelaminan, diakibatkan sang istri pingsan setelah melihat kawan saya yang sesungguhnya saat prosesi ijab qabul berlangsung. Padahal jauh sebelumnya, mereka sudah bersuka cita melalui komunikasi hp, walau tak ada yang saling tau kondisi asli masing - masing.

Sekali lagi, KEJUJURAN dari semua pihak yang harus diutamakan, dari mediator, sampai kedua mempelai & siapapun yg nanti berkepentingan dari padanya.

Sungguh, saat hal itu terjadi, sedikit marah diriku, betapa Murka Allah dinampakkan dengan membuat malu semua komponen pada prosesi pernikahannya, akibat ada ketidak jujuran di dalamnya, mungkin bisa terjadi, tapi bisa jadi tidak ada kata cinta karena Allah di dalamnya, bagaimana nanti? apakah biduk rumah tangga itu akan berlanjut seterusnya? Apakah penyesalan dan kekecewaan akan terhapus tuntas seiring waktu jika dilanjutkan? Apakah beban mental tidak ada pada keduanya?

Rasulullah telah memberikan petunjuk, bahwa pernikahan bukan sebuah paksaan, orang tua harus menawarkan kepada anaknya, meski ada hadits yang mengakatan jika sipelamar tidak disangsikan keimanannya tak bolek ditolak, namun dalam proses Ta'arruf yang sesungguhnya dan yang sebenarnya, di awal sebelum Ta'arruf terjadi harus menunjukkan foto kedua calon mempelai, jika cocok dilanjutkan dengan pertemuan bersama dan juga harus ada muhrim diantara mereka berdua, saling menunjukkan 'wajah', sehingga tidak ada kekecewaan dan penyesalan di kemudian hari.

Jika keduanya cocok, barulah bisa dilanjutkan pada pernikahan. Sekali lagi, KEJUJURAN WAJIB & HARUS DIUTAMAKAN, jangan ada kecurangan maupun tekanan.
 
 

Kurs Rupiah

Nilai Emas

Berita

 
//add jQuery library